Mengapa Memerangi Kelompok-kelompok Murtad yang Memerintah Negeri-Negeri Kaum Muslimin, Sebelum Memerangi Musuh yang Lain?

 

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM, diutus dengan beberapa pedang, dan tempat gantungan jihad adalah:

حَتَّى لاَتَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ للهِ

Sehingga tidak ada fitnah dan supaya agama seluruhnya milik Allah” (Al-Anfal: 39).

Namun kami mempunyai i’tiqad bahwa memerangi golongan murtad lebih didahulukan daripada memerangi selain mereka, dari kaum musyrikin, kaum munafik maupun ahli kitab. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:

 1. Karena mereka lebih dekat kepada kita daripada yang lainnya.

Allah Ta`âlâ berfirman;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitarmu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu. (At-Taubah:123).

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir Rahimahullâh berkata, Allah Ta’âlâ memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir, yang pertama lalu yang pertama, yang paling dekat lalu yang paling dekat dengan wilayah kekuasaan Islam. Oleh karena itu, Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM memulai dengan memerangi kaum musyrikin di Jazirah Arab. Tatkala beliau telah selesai memerangi mereka dan Allah Ta`âlâ menaklukan baginya Makkah, Madinah, Tha’if, Yaman, Yamamah, Hijr, Khaibar, Hadramaut, dan sebagainya, orang-orang dari berbagai daerah Jazirah Arab dan yang tinggal di seluruh perkampungan Arab berduyun-duyun masuk Islam, dan disyariatkan memerangi ahli kitab. Beliau pun mempersiapkan pasukan untuk memerangi Romawi (orang-orang Nasrani di Syam), karena mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan Jazirah Arab.” (Tafsîr Ibnu Katsîr: II/416)

Berkata Ibnu Qudamah Rahimahullâh, “Masalah: ‘Dan masing-masing kaum memerangi musuh yang paling dekat dengan mereka…’, karena yang paling dekat adalah yang paling banyak memerlukan penjagaan. Dengan memeranginya, berarti telah menangkis madharatnya dari kaum muslimin yang berada di hadapan musuh tersebut dan yang berada di belakangnya; dan menyibukkan diri dengan musuh yang jauh berarti telah memberikan kesempatan kepada musuh yang terdekat untuk menyerang kaum muslimin, karena mereka sibuk dengannya. (Al-Mughnî ma’a Asy-Syarh Al-Kabîr 10/273).

 2. Karena orang-orang murtad itu lebih utama diperangi daripada orang-orang kafir asli.

Berkata Taqiyyuddin Ibnu Taimiyah Rahimahullâh,“ Telah ditetapkan oleh As-Sunnah bahwa sesungguhnya hukuman orang murtad itu lebih besar daripada hukuman orang kafir asli dalam beberapa perkara, antara lain: Bahwasanya orang murtad dibunuh dalam setiap keadaan, dan tidak diperbolehkan mengenakan jizyah kepadanya (Artinya hanya ada dua pilihan ; masuk Islam kembali atau perang, red), dan tidak boleh mengadakan perjanjian dzimmah dengannya (ikatan jaminan keamanan darah dan hartanya), tidak sebagaimana orang kafir asli.” (Majmû’ Fatâwâ: XXVIII/534)

Dan beliau berkata lagi,“ Kufur murtad itu lebih berat menurut ijma’ daripada kufur asli.” (Majmû’ Fatâwâ: XXVIII/47)

Beliau berkata lagi,“ Dan Ash-Shiddiq (Abu Bakar) RADIYALLAHU ‘ANHU , dan seluruh sahabat memulakan jihad terhadap orang-orang murtad, sebelum jihad terhadap orang-orang kafir dari ahlul kitab, karena sesungguhnya jihad terhadap mereka adalah memelihara negeri-negeri kaum muslimin yang telah ditaklukan.” Kemudian beliau berkata, “Dan menjaga modal itu didahulukan di atas keuntungan.” (Majmû’ Fatâwâ: XXXV/158-159)

 3. Memerangi orang-orang murtad termasuk jenis daf`ush sha’il (perang defensif).

Ibnu Taimiyyah Rahimahullâh berkata, “Maka musuh yang menyerang (aggressor) yang merusak agama dan dunia tidak ada sesuatu yang lebih wajib sesudah iman daripada melawannya, dan tidak disyaratkan untuk melawannya suatu syarat pun, akan tetapi harus dilawan sesuai dengan kemampuan yang ada”. (Al-Fatâwâ Al-Kubrâ: IV/608)

Golongan murtad ini tidak terlihat dari mereka di negeri-negeri kaum muslimin, selain membuat kerusakan terhadap agama dengan menyebarkan perbuatan-perbuatan keji seperti perzinaan, pelacuran dan sebagainya, mengedarkan segala yang mesum dan hina, menghiasi kekufuran dan memburu para dai, serta kami tidak melihat dari mereka selain membuat kerusakan terhadap urusan dunia, maka gara-gara mereka negara dan rakyat menjadi miskin. Mereka menjual kekayaan umat dari hasil-hasil bumi Allah di dalam negara itu kepada musuh-musuh kaum muslimin. Mereka membelenggu kehidupan rakyat dan bangsanya dengan mengimpor berbagai kerusakan negara-negara barat dalam segala aspek kehidupan.

 4. Mengingat bahwa perkara yang syar’i adalah sesuai perkara yang qadari.[1]

Sesungguhnya kita melihat, bahwasanya orang-orang kafir tidak akan ada jalan untuk menguasai orang-orang beriman kecuali dengan perantaraan kelompok-kelompok murtad ini. Siapa yang menjadikan orang-orang Yahudi berkuasa di Palestina, kalau bukan orang-orang yang murtad ?, Kekuatan dan pasukan mereka, tetapi tidak ada pekerjaan lain selain melindungi keberadaan dan eksistensi sang monster zionis ini. Siapakah yang menghadirkan kekuatan-kekuatan kufur dan syirik, bercokol di negeri-negeri kaum muslimin yang berbentuk pasukan-pasukan, tentara-tentara, dan boss-boss yang menguasai harta dan kehidupan ?, Tidak diragukan lagi, mereka adalah para penguasa murtad beserta kelompok-kelompoknya.


[1] . Berkuasanya orang-orang kafir dan murtad atas kaum muslimin, adalah disebabkan karena maksiat dan dosa-dosa kaum muslimin. Ini sebuah takdir Allah (sunah qadariyah). Takdir ini harus dirubah, dengan jalan melawan kaum kafir dan murtad. Perintah melawan mereka ini adalah perintah Allah dan Rasulullah (sunah syar’iyah). Jadi, takdir (sunah kauniyah atau sunah qadariyah) telah sesuai dengan sunah syar’iyah. (red).

 

 

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.706 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: