Beranda > Kabar Terkini > Bush Perjelas Permusuhannya terhadap Islam dan Sistem Khilafah

Bush Perjelas Permusuhannya terhadap Islam dan Sistem Khilafah


image“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia,” (Bush, 6/10/2005)
Akhirnya secara terbuka pada 6 Oktober 2005, presiden AS George W. Bush menyebutkan musuh utamanya di abad ini adalah umat Islam yang menginginkan tegaknya kembali kekuasan Islam. Pernyataan ini dikeluarkan Bush saat memberikan sambutannya tentang terorisme di National Endowment for Democracy, Ronald Reagen Building and International Trade Center. Dia berjanji akan terus melanjutkan perang melawan terorisme. Kalau selama ini kelompok dan individu yang menentang kepentingan AS diberikan julukan terorisme secara umum, kali ini Bush akhirnya menyebutkan bahwa teroris yang ia maksud (dan dia menggunakan kata-kata ‘serangan’ dalam ucapannya) adalah golongan yang ingin memperjuangan ideologi yang jelas dan terfokus, tapi bukan pemikiran gila. Sebagian dari kelompok ini disebut islam radikal yang jahat, angkatan jihad bersenjata, dan Islam fasis.”

Dia juga menambahkan ” apapun golongan ini dijuluki, dia berbeda dengan Islam yang sebenarnya”. ” Islam yang sebenarnya” yang dimaksud Bush adalah versi Islam moderat yang mendukung keinginan (aspirasi) Barat. Selanjutnya, dia menambahkan: “golongan ini sanggup mengeksploitasi Islam demi tujuan politiknya yang jahat”. Tentu yang dimaksud oleh Bush dengan tujuan politik jahat, kalau tidak sejalan dan mendukung aspirasi Barat. Dari ucapannya ini jelas sekali Bush sedang menuding langsung kepada kaum muslimin yang ingin berjuang mengembalikan Negara Islam (Daulah Khilafah) secara khusus. Untuk mendukung pernyataannya, Bush mengeluarkan berbagai tuduhan dan kebohongan yang muncul dari ketakutan dan kekhawatirannya terhadap visi dan misi umat Islam seluruh dunia untuk kembali menegakkan kekuaasan Islam. Tuduhan Bush tersebut antara lain :

  1. Kelompok ini dituduh ekstrimis dan hendak menghilangkan pengaruh dominasi AS dan Barat di Timur Tengah. Perlawanan terhadap AS muncul karena AS ingin menegakkan demokrasi dan keamanan, dan membantu mencapai “cita-cita umat islam” diseluruh dunia ke arah ‘kebebasan’
  2. Jaringan bersenjata dituduh ingin mengeksploitasi kekosongan kekuasaan (vacum) yang muncul karena AS mundur dari Irak. Negara ini akan dijadikan pangkalan untuk menyerang dan memerangi negara ‘moderat’ di negeri-negeri muslim. Ia menambahkan, selama beberapa tahun ini, kelompok Islam ini menjadikan Mesir, Arab Saudi, Pakistan dan Yordania sebagai tempat potensial untuk mengambil alih kekuasaan.
  3. Kelompok bersenjata ini yakin dengan menguasai satu negara, akan dapat mengerahkan seluruh umat Islam untuk menggulingkan kerajaan/negara moderat di sekitarnya dan menciptakan imperium Islam radikal dari Spanyol hingga Indonesia.

Pernyataan Bush ini menunjukkan beberapa hal :

  1. AS akan melanjutkan perang melawan ‘terorisme’ atas nama demokrasi dan keamaan. Namun pada hakekatnya, tindakan AS lebih zalim dari binatang buas yang sedang menikmati hidangannya. Lupakah kita bagaimana AS membunuh anak-anak dan orang tua dan perang Irak dan Afghanistan ?
  2. AS tidak akan mundur selamanya dari Irak. Pengunduran negara itu memberikan peluang bagi tegaknya negara Khilafah yang akan menjadi pemimpin umat Islam. Penjajahan AS di Irak sesungguhnya karena didorong keinginan untuk menjadikan Irak sebagai pusat kekuasaannya dan menyebarkan ideologi Kapitalisme-demokrasi di Timur Tengah. Hal ini karena Daulah Khilafah yang tegak ini akan menghancurkan ideologi kufur dan negara pendukung dan penyebarnya seperti AS, Barat dan negara-negara di negeri Islam yang menerapkan demokrasi. (Farid Wadjdi; 25/10/2005)
  3. Wujud ketakutan dan kebencian membara dalam jiwa kafir Bush terhadap Islam setelah mengetahui dan yakin bahwa Daulah Khilafah pasti akan tegak berdasarkan skenario yang ada dalam dokumen “Mapping the Global Future” terbitan National Intelligence Council, sebuah badan dibawah CIA
  4. AS ingin terus mempertahankan cengkraman dan pengaruh kapitalismenya di dunia Islam sehingga Ideologi ini terus diterapkan di dunia Islam. AS tidak ingin penjajahannya berakhir yang akan membawa kehancurannya dan kehancuran sekutu-sekutunya.
  5. Menghalalkan secara cara untuk terus memburu dan menyerang kelompok dan negara yang mendukung perjuangan tegaknya Khilafah Islamiyah yang dikatakan olehnya akan menafikkan kebebasan politik dan agama
  6. Menghalangi aktivitas partai politik Islam yang berusaha menegakkan Khilafah, seperti Hizbut Tahrir. HT, sebagai contoh telah berjuang lebih dari 50 tahun untuk mengembalikan Islam secara kaffah tanpa menggunakan kekerasan dan hanya lewat perang pemikiran. AS dan sekutunya, yang sekarang ini masih berjaya, menggunakan media untuk menyesatkan pemikiran Islam dan aspirasi kebangkitan umat Islam. Lewat media masa ini, Barat coba mengkaitkan aktivitas partai Islam yang bergerak secara damai seperti Hizbut Tahrir dengan aktivitas militan.
  7. Bush dalam pidatonya mengatakan, “The murderous ideology of the Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals can be sacrificed to serve a political vision” (Ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar bagi kita pada abad ini. Seperti ideologi komunis, musuh baru kita ini mengajarkan individu yang tidak bersalah boleh dikorbank untuk mencapai visi politiknya). Bush meletakkan pengertian umum ‘Islam Radikal’ untuk memasukkan semua perjuangan Islam, termasuk perjuangan yang tidak menggunakan kekerasan dalam upaya mengembalikan Khilafah Islam. Bagi Bush, gerakan apapun yang ingin menegakkan Khilafah Islam akan disebut militan Islam.

    Semua kenyataan ini menunjukkan sikap dan motif utama Amerika dalam agenda mereka menentang terorisme. Hakikatnya, tantangan mereka ini adalah tantangan terhadap sistem politik Islam- Al Khilafah. Negara al-Khilafah yang dikenal sebagai Daulah Islam adalah sistem politik yang dibangun oleh Rosulullah Saw yang kemudian dihancurkan oleh Inggris lewat agennya Mustafa Kamal At-Tartuk di Istanbul pada 3 Maret 1924.

    Sebenarnya, Ideologi Islamlah yang dikhawatirkan oleh AS. Ideologi ini jika dilaksanakan dan diterapkan oleh kaum muslim pasti akan meruntuhkan ideologi Kapitalisme. Ideologi Islam akan menyatukan umat Islam dibawah naungan Daulah Khilafah Islam, sebuah negera yang berideologi Islam dan bersifat global. Umat Islam di bawah Khilafah juga akan menerapkan syariat Islam untuk mengatur kehidupan mereka sehari-hari.

    Dengan penerapan ideologi Islam berikut sistemnya, Kapitalisme akan ditinggalkan dan dilupakan. Jelas ini akan mengancam keberadaan penjajah AS. Karena kunci keberhasilan penjajahan AS tidak lain kalau umat Islam masih menganggap ideologi Kapitalisme baik buat mereka dan masih diterapkan dinegeri-negeri Islam.

    Oleh karena itu, peperangan ideologi yang bermula dari perang pemikiran adalah yang paling ditakuti oleh AS. AS menjalankan perang pemikiran ini agar umat Islam menganggap Ideologi Kapitalisme cocok untuk mereka. Sekaligus AS lewat perang pemikiran ini berupaya melemahkan pemikiran umat Islam dan membangun kebohongan terhadap ideologi Islam serta mencegah perjuangan untuk mengembalikan Khilafah Islam.

    Pada tahun 2002, bekas Menteri Pertahanan AS, Paul Wolfowitz mengatakan, “Saat ini, kita sedang bertempur dalam perang melawan teroris, perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar kita hadapi adalah perang pemikiran, ini jelas merupakan tantangan, namun akan juga kita menangkan”

    Pada tahun 2004, Penasehat Keamanan AS, Condoleeza Rice juga mengatakan, “kemenangan sebenarnya tidak akan muncul hanya karena teroris dikalahkan dengan kekerasan, tapi kalau ideologi kematian dan kebencian dikalahkan”

    AS yakin dapat mengalahkan peperangan bersenjata yang dilakukan oleh sebagian umat Islam. Karena kekuatan persenjataan AS jauh lebih baik dibanding dengan para pejuang. Namun begitu, AS menyadari bahwa kekuatan ideologi Islam yang dianut oleh para pejuang yang mukhlis tidak akan mudah dikalahkan dan dihancurkan. Ideologi Islam secara fitrah lebih mudah menarik hati dan pikiran masyarakat. (HTI)

    _____________________________________________________

Share This Post:

Bookmark and Share

Kategori:Kabar Terkini
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: