Beranda > Kabar Terkini > Jika Obama Bertemu Ba'asyir, Apa yang Terjadi?

Jika Obama Bertemu Ba'asyir, Apa yang Terjadi?

JAKARTA (voa-islam.com) – Kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia 20-23 Maret nanti, ditolak mayoritas umat Islam, baik kalangan ulama, ormas Islam dan mahasiswa.

Beberapa hari yang lalu, di Asrama Haji, Jalan Sukolilo, Surabaya, Ahad (7/3/2010), seribu Ulama se-Jatim sepakat menolak rencana kedatangan Presiden Obama ke Indonesia. Penolakan ini sebagai bentuk protes atas tindakan AS yang menganiaya umat Islam di seluruh dunia. Para ulama dan pimpinan pondok pesantren ini bersepakat bahwa Obama adalah simbol dari kekejaman dunia barat terhadap umat Islam. Dunia barat hingga saat ini masih terus aktif menyiksa dan membunuh Islam di seluruh dunia.

Mengapa umat Islam mayoritas tidak menginginkan Obama menginjakkan kakinya di Indonesia? Ketua Gerakan Persaudaraan Mislim Indonesia (GPMI) Sumargono mengatakan, umat Islam tidak menyukai Presiden AS Obama karena hingga kini masih menjalankan garis politik memusuhi umat Islam di berbagai belahan dunia.

“Selama kebijakan AS tetap memerangi umat Islam, pimpinan negara tersebut tidak akan pernah disenangi umat Islam,” katanya.

…Selama kebijakan AS tetap memerangi umat Islam, pimpinan negara tersebut tidak akan pernah disenangi umat Islam…

“Kami tetap menolak kedatangan Obama ke Indonesia karena Obama adalah pemimpin sebuah negara penjajah dan Indonesia adalah negeri yang anti penjajahan. Dia membiarkan pemboman di Irak dan Afghanistan yang kini terus berlangsung,” kata juru bicara HTI, Ir H Ismail Yusanto, Selasa (9/3/2010).

…HTI menolak kedatangan Obama ke Indonesia karena Obama adalah pemimpin sebuah negara penjajah, sedangkan Indonesia adalah negeri yang anti penjajahan….

Sumargono menambahkan, penampilan Obama diakui sedikit lebih lunak dibanding pendahulunya George W Bush yang selalu menampilkan muka perang. Tapi garis kebijakannya terhadap umat Islam hampir sama saja.

Senada itu, Dja’far Umar Thalib, mantan Panglima Laskar Jihad mengatakan, selama AS masih menerapkan standar ganda dalam kebijakannya terhadap Israel dan negara Islam selama itu pula AS tidak akan disenangi umat Islam.

Hingga kini, katanya, AS masih tampil sebagai kekuatan kolonial yang selalu ingin menjajah umat Islam seperti di Iran, Pakistan, Afghanistan dan banyak negara lainnya.

Untuk mewujudkan penolakannya terhadap kedatangan Obama ke Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berencana akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menentang kedatangan Obama di Jakarta pada 19 Maret mendatang. Diperkirakan, aksi itu akan diikuti puluhan ribu massa (mahasiswa, ulama dan aktivis ormas).

Ismail juga mempertanyakan, kalau ada orang yang menerima kehadiran Obama dengan alasan yang bersangkutan pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di Indonesia serta nenek moyangnya disebut-sebut orang Indonesia, apa begitu istimewanya seorang Obama. Karena itu, kalau memang Indonesia sebagai negara yang punya komitmen dalam melawan teroris dan kejahatan kemanusiaan seharusnya begitu Obama mendarat di Indonesia, dia harus ditangkap.

“Obama tidak ada istimewanya. Kalau dia menghentikan invasi di Irak dan Afganistan itupun bukan sesuatu hal yang istimewa. Karena itu hanyalah sebuah kewajiban sebab yang dilakukan ketika invasi ke Irak tidak ada dasar hukum yang kuat. Jadi, itu normal-normal saja,” jelasnya.

Sementara itu, ulama Sumatra Barat, Prof Dr Duski Samad mengatakan, aksi-aksi demo menyambut kedatangan Obama, hal itu sah-sah saja. “Demo itu juga penting sebagai bentuk tekanan. Jangan sampai semua umat Islam `melempem`. Demo bagian dari demokrasi, yang penting jangan keluar dari koridor atau anarkis,” kata Duski di Padang, Senin (8/3/2010).

Menurutnya, jika Obama tetap datang ke Indonesia, maka kunjungan  Obama ke Indonesia itu harus dimanfaatkan tokoh Islam untuk mengomunikasikan Islam damai dan toleran.

“Kita berharap pemerintah bisa memprakarsai pertemuan tokoh-tokoh Islam dengan Obama, sehingga tokoh-tokoh Islam bisa memperkenalkan tentang Islam yang `rahmatan lil alamin` kepada Obama,” kata Duski.

Guru Besar IAIN Imam Bonjol Padang itu menekankan, pada saatnya Obama mendengarkan suara umat Islam. “Obama sejatinya bisa mendengarkan harapan dan penjelasan dari para pemimpin Islam bahwa Islam itu bukan teroris, seperti yang digambarkan mereka-mereka yang phobia terhadap Islam,” tegas Duski.

…pemerintah Indonesia juga perlu menegaskan kepada Obama untuk menekan Zionis Israel…

Ia menambahkan, sebagai negara yang didiami penduduk Muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia juga perlu menegaskan kepada Obama untuk menekan Zionis Israel.

“Pemerintah Indonesia juga mesti menyampaikan pada Obama dan pihak Barat bahwa umat Islam itu sudah pada posisi yang sejajar, atau bukan lagi pada tingkat `second line`,” katanya.

Ba’asyir Siap Dialog face to face dengan Obama

Meski sepakat dengan penolakan rencana Obama menginjakkan kakinya di bumi pertiwi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyatakan siap berdialog face to face dengan Presiden Barack Obama.

Bagi Ba’asyir, penolakan terhadap kedatangan Obama adalah suatu keharusan, karena hingga kini kebijakan negara adidaya itu masih memusuhi umat Islam di berbagai belahan dunia.

“Bagi umat Islam harus bersikap menolak kedatangan tamu yang jelas-jelas memusuhi umat Islam,” tegas Amir Jama’ah Anshorut Tauhid ini.

Ba’asyir mengatakan orang paling berperan dalam garis politik Amerika Serikat tiada lain adalah Yahudi. Amerika hanya menuruti kebijakan Yahudi yang selalu menghalang-halangi berdirinya Khilafah bagi umat Islam di dunia.

…Jika diberi kesempatan bertemu Obama, Ba’asyir akan menyatakan seruan dakwah agar masuk Islam dan berhenti memerangi umat Islam….

Meski menyatakan penolakan yang keras, pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo ini menyatakan siap berdialog dengan Obama jika dirinya diundang. Jika diberi kesempatan bertemu Obama, Ba’asyir akan menyatakan seruan dakwah agar masuk Islam dan berhenti memerangi umat Islam.

“Kami akan dakwahi Obama supaya masuk Islam dan berhenti memerangi Islam, karena dia mesti kalah nanti, mesti hancur. Saya juga akan dakwahi Obama supaya masuk Islam, kalau tidak maka dia di neraka tempatnya,” jelasnya kepada voa-islam.com di Jakarta, Ahad (7/3/2010).

Ba’asyir juga akan meluruskan pandangan keliru Amerika tentang Islam dan umat Islam yang kerap diidentikkan dengan terorisme.

“Saya ingin mengungkapkan tentang pandangan-pandangan umat Islam yang mestinya dipahami AS. Juga akan menjelaskan kepada Obama bahwa umat Islam itu bukan teroris. Saya akan mengingatkan Obama untuk tidak memusuhi negara-negara Islam juga gerakan-gerakan umat Islam,” imbuhnya.

…Kami akan dakwahi Obama supaya masuk Islam dan berhenti memerangi Islam, karena dia mesti kalah nanti, mesti hancur, kata Ba’asyir…

Jika Obama nekad menginjakkan kakinya di bumi pertiwi, Abu Bakar Ba’asyir siap dialog dengan Presiden Berack Obama. Namun, apakah Obama punya nyali? [widi, taz]

___________________________________________________________

Share This Post:

Bookmark and Share

Kategori:Kabar Terkini
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: