Beranda > Kristologhi > Perayaan Paskah: Umat Katolik Sedunia Doakan Penyelesaian Skandal Seks

Perayaan Paskah: Umat Katolik Sedunia Doakan Penyelesaian Skandal Seks

NEW YORK (voa-islam.com) – Perayaan hari raya Paskah Gereja Katolik tahun ini berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya. Nuansa Paskah ternoda oleh skandal seks yang dilakukan oleh para pastur terhadap anak-anak (pedofilia) di berbagai negara Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

Vatikan masih berjuang mencari penyelesaian skandal seks gereja ini.  Jutaan umat Katolik dan Kristen di seluruh dunia yang sedang berdoa pada Jumat Agung dan Hari Paskah tentunya tak berharap masalah seperti ini terjadi. Tak peduli sekeras apapun usaha gereja untuk mengatasi masalah ini, masyarakat melalui media, terus ingin mengungkap rahasia terkelam di era gereja modern ini.

Monsignor John Enzler, mengungkapkan skandal semacam ini merupakan hal terakhir yang ingin orang dengar ketika merayakan hari suci terbesar bagi Katolik itu. Apalagi, skandal ini menghebohkan di sejumlah negara Eropa. “Mereka berdandan dan bergembira menyambut Paskah. Mendengar pesan semacam ini tentunya sangat mengganggu,” katanya, Jumat (2/4/2010).

Namun pada saat bersamaan, berdiam diri juga sama buruknya. Mereka dilanda kekhawatiran, ingin jawaban, kejujuran dan transparansi dari gereja. Enzler khawatir, berdiam diri akan membuat pertanyaan itu mengambang di udara dan membuka peluang makin banyaknya kritik serta pemberitaan negatif oleh media.

Selama beberapa pekan belakangan, gereja Katolik banyak bungkam ketika kasus yang melibatkan pelecehan seksual ribuan bocah di gereja Irlandia, Jerman dan beberapa lainnya di Eropa makin banyak. Timbul pertanyaan mengenai cara Paus Benediktus XVI mengatasi masalah ini. Terutama ketika ia masih menjabat sebagai kardinal terhormat.

Klaim skandal seks pun makin banyak, di tengah kecaman media dan investigasi. Pekan ini saja, pejabat tinggi, termasuk penerus Paus sebagai kepala Konggregasi Doctrine of the Faith serta beberapa pejabat gereja, terlibat dalam kasus pelecehan pastur dari Milwaukee, AS, yang melecehkan 200 anak tuna rungu. Pihak gereja menuding media berusaha menodai kesucian Holy See.

Selasa (30/3) lalu, Konferensi Uskup Katolik AS mengeluarkan surat yang menyatakan dukungan untuk Paus. Pernyataan tertulis Uskup Agung New York Tim Dolan itu menyatakan kecaman dan tudingan kepada Paus itu tak jauh beda dengan yang dialami Yesus Kristus. Ia juga mendukung para korban dan reformasi gereja agar kejadian serupa tak berulang, terutama di AS.

Namun tak semua penganut Katolik membela gereja. Pastur Thomas Reese dari Georgetown University mengatakan, metafora penderitaan Yesus lebih cocok untuk menggambarkan nasib para korban.

Sepekan terakhir, ia meneliti skandal-skandal ini dan berencana akan menyampaikannya sebagai pesan Jumat Agung darinya. “Siapa yang lebih merasa dikhianati, menderita, dan tersiksa seperti yang pernah dialami Yesus, jika bukan para korban?” tanyanya.

Untuk lebih menegaskan hal ini, advokasi para korban berencana mengadakan acara Jumat Agung di depan Katedral St. Matthew di Washington, hari ini waktu setempat. Ketua penyelenggara event tersebut, Jessica Lillie mengatakan, aksi ini bukan sebuah unjuk rasa. Melainkan bertujuan damai dan pada saat bersamaan, merayakan hari suci.

“Jumat Agung adalah hari yang menggambarkan penderitaan dan kami ingin gereja berhenti menyembunyikan penderitaan para korban,” ujarnya.

Mencuatnya masalah skandal seks di gereja ini makin heboh diberitakan usai dugaan keterlibatan Paus ketika masih menjadi Uskup Agung dengan nama aslinya, Joseph Ratzinger.
… Padahal pastur itu baru mengikuti terapi selama beberapa hari. Ada dugaan, pastur Amerika itu mengulangi kembali perbuatannya ketika di Jerman…

Kardinal Ratzinger dikatakan mengetahui seluk beluk kasus pastur dari AS yang melakukan pelecehan seksual. Setelah menganjurkan terapi, Kardinal Ratzinger bahkan menyetujui pemindahan si pastur ke gerejanya di Jerman. Padahal pastur itu baru mengikuti terapi selama beberapa hari. Ada dugaan, pastur Amerika itu mengulangi kembali perbuatannya ketika di Jerman. [taz/inlh]

____________________________________________________________

Share This Post:

Bookmark and Share

Kategori:Kristologhi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: