Beranda > Indonesia > Abdurrahman Ayub Mangkir di Bedah Buku ”Mereka Memang Thaghut.” Mana Nyalimu?

Abdurrahman Ayub Mangkir di Bedah Buku ”Mereka Memang Thaghut.” Mana Nyalimu?

JAKARTA (voa-islam.com) – Salah satu pembicara yang diundang dalam bedah buku “Ya… Mereka Memang Thaghut” adalah Abdurrahman Ayyub. Ia adalah sosok yang santer dibicarakan akhir-akhir ini dan sering dijadikan sebagai pembicara dalam acara yang disponsori BNPT seperti bedah buku yang ditulis Khairul Ghazali dengan judul “Mereka Bukan Thaghut”.

Beberapa waktu lalu, saudara kembar dari Abdurrahim Ayyub ini pernah membezuk ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Uniknya, entah kebetulan atau tidak ia datang bersama Nasir Abbas di luar hari bezuk namun tetap diperbolehkan masuk menemui ustadz Abu. Seperti diketahui dalam pemberitaan, di antara isi dialog mereka bahwa Abdurrahman Ayyub sangat membela Nasir Abbas yang telah dikafirkan ustadz Abu Bakar Ba’asyir, selain itu Abdurrahman Ayyub juga menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara Islam.

Sosok yang pernah menjadi petinggi JI (Jamaah Islamiyah) Mantiqi Australia ini awalnya bersedia hadir saat dihubungi panitia bedah buku dari Al Tsauroh Institute 25 Februari 2012 sekitar pukul 16:13 lewat telpon.

Kemudian tanggal 26 Februari 2012 sekitar pukul 16:35, panitia mendatangi rumah kediaman Abdurrahman Ayyub di Jln. Jombang Raya, RT 04/RW 05 No.12, Kel.Pondok Kacang, Kec.Pondok Aren, Tangerang Selatan, untuk memberikan undangan dan deskripsi Al-Tsauroh dan buku yang akan di bedah.

Setelah beliau membaca deskripsi Al-Tsauroh dan kami menjelaskan tentang bagaimana dan kenapa buku ini di bedah, beliau pun tertarik untuk menjadi salah satu pembicara di acara tersebut dan beliau pun memastikan diri untuk hadir.

Namun, saat dikonfirmasi lagi oleh panitia menjelang hari pelaksanaan, pihak panitia mendapat SMS pembatalan sepihak dari Abdurrahman Ayyub tepatnya tanggal 8 Maret 2012, sekitar pukul 07:52. Isi SMS tersebut ialah, “Afwan akhi, saya tidak dapat hadir di TIM/Taman Ismail Marzuki (tempat acara akan di gelar), saya sudah baca pembicaranya, tidak ada Abu Rusydan dan Ja’far Umar Tholib, dan kamu tidak info kan kepada saya”.

Padahal menurut panitia dalam menjelaskan tentang deskripsi acara bedah buku tersebut di kediamannya, panitia tidak menjanjikan Abu Rusydan dan Ja’far Umar Tholib sebagai pembicara.

Akhirnya panitia mencoba berdiskusi dengan Abdurrahman Ayyub melalui telepon, dengan opsi menghadirkan Abu Rusydan dan Ja’far Umar Tholib.  Tapi tetap saja beliau tidak mau menghadiri acara tersebut dengan alasan, “Afwan tidak bisa, barusan juga saya ada acara keluarga tanggal tersebut”. 

Atas ketidakhadiran salah satu pembicara, pihak panitia yang diwakili Abu Nada meminta maaf kepada para hadirin, pihak panitia menyatakan telah berusaha keras menghadirkan para pembicara yang berkompeten.

Menurut pengamatan voa-islam.com sampai diterbitkan berita ini, meski tanpa kehadiran pembicara pembanding Abdurrahman Ayyub  diskusi ilmiah dan bedah buku yang di laksanakan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat tetap berlangsung dengan baik. [Ahmed Widad]

Kategori:Indonesia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: