Beranda > Indonesia > ‘Ya.. Mereka Memang Thaghut, What Next?’

‘Ya.. Mereka Memang Thaghut, What Next?’

Meski tengah mendekam di penjara karena didakwa dalam kasus pelatihan bersenjata di Aceh dan divonis hukuman sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin 20 Desember 2010, Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman masih sempat menulis dan menerbitkan sebuah buku berjudul ‘Ya Mereka Memang Thaghut’.

Bahkan, Ahad pagi (11/03/2012), buku bertajuk ‘Ya Mereka Memang Thaghut’ telah di-launching sekaligus dibedah oleh tiga orang narasumber, yaitu ustadz Muhammad Achwan (Amir JAT), ustadz Fuad Al Hazimi (Staf pengajar Islamic Society (ISOC) University of New South Wales), dan Son Hadi (Direktur JAT Media Center) di Gedung Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya Menteng Jakarta Pusat.

Panitia sebenarnya telah memasang narasumber lain yaitu Ustadz Abdurrahman Ayyub (Staf pengajar & penasehat institut Assalam Sandakan Sahab Malaysia) yang dianggap mewakili kelompok yang berseberangan dengan penulis buku ustadz Aman Abdurrahman. Namun Abdurrahman yang diharapkan datang oleh panitia mengurungkan niatnya untuk datang.

Sebelumnya, para pembicara diundang oleh Al Tsaurah Institute sebagai penyelenggara untuk membedah buku karangan Aman Abdurrahman serta membahas permasalahan thaghut yang menjadi topik yang tidak disepakati arti dan maknanya. Namun karena Abdurrahman Ayyub tidak hadir, jalannya bedah buku lebih terkesan seperti pengajian satu arah mengingat pemahaman ketiga narasumber memiliki kemiripan dan linier dengan penulis buku.

Materi buku sendiri lebih banyak menyoroti tentang keterangan-keterangan sang penulis atas pengkaburan makna thaghut yang dianggapnya sesat dan menyesatkan serta lebih banyak berbicara tentang bantahan atas fitnah yang mengatakan bahwa ustadz Aman Abdurrahman menganggap semua PNS itu thaghut.

Selebihnya, buku lebih banyak berbicara tentang pengertian-pengertian thaghut menurut berbagai macam pendapat ulama, pengklasifikasian status hukum bekerja dalam dinas kepemerintahan, dan rincian-rincian hukumnya menurut pandangan ustadz Aman Abdurrahman, sang penulis.

“Mereka yang menolak hukum Allah itu pada hakikatnya adalah thaghut dan dihukumi kafir oleh para ulama. Itu sudah tegas dan tidak perlu diutak atik kembali,” kata Fuad Al Hazimi sambil mengutip banyak pendapat dari para sahabat dan ulama mulai dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Taimiyah, At Thabari, Ibnu Qayyim, Ibnu Katsir, Al Qurthuby, Al Baghawi, Muhammad Abdul Wahab, Muhammad Ibrahim Alu Syaikh, Hamud Uqla’ Asy Syu’abi, dll.

“Jadi, kita semua di sini sudah sepakat dan menyepakati bersama bahwa ‘mereka’ yang berhukum dengan hukum selain dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah itu adalah thaghut yang kafir murtad. Itu sudah jelas. Lalu, what next?” ucap Son Hadi dengan mengakhiri kalimatnya dengan pertanyaan bernada retoris.

“Apa yang kita lakukan saat ini. Melakukan bedah buku dan meng-counter penafsiran mereka yang salah dan penuh manipulasi tentang thaghut ini semata-mata kita maksudkan untuk menasehati mereka dan bentuk tanggungjawab kita jika nanti ditanya oleh Allah, maka kita sudah menyampaikan kebenaran ini,” tambah ustadz Muhammad Achwan.

Jalannya bedah buku ‘Ya Mereka Memang Thaghut’ cukup banyak diminati para hadirin. Gedung berukuran kurang lebih 20 x 40 m itu dipenuhi peserta yang ditarik infaq Rp. 50.000,- oleh panitia. Gedung yang biasa dipergunakan untuk pameran seni lukis, seni patung, dan pemutaran film pendek itu terasa panas meski ada pendingin ruangan karena dipenuhi peserta. Tak banyak peserta yang beranjak pulang hingga acara bedah buku diakhiri sekitar pukul 12.40 WIB. Kalau ‘Mereka Memang Thaghut, What Next?’ (muslimdaily)

Kategori:Indonesia
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: