Beranda > Al Islam, Jihad Analysis, Jihad Fi Sabilillah > Refleksi Sekilas Jihad Yaman dan Totalitas Penerapan Syari’at Bagian 2

Refleksi Sekilas Jihad Yaman dan Totalitas Penerapan Syari’at Bagian 2

 وعد الله الذين ءامنوا منكم و عملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم و لسمكّننَّ لهم دينهم الذي ارتضى لهم و ليبدّلنَّهم من بعد خوفهم أمنا ۚ يعبدونني لا يشركون بي شيئا ۚ  و من كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون

“Allah menajanjikan orang-orang beriman dan yang beramal Shalih dari kalian akan Ia jadikan khalifah dimuka bumi sebagaimana Ia menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah. Dan Ia akan mengokohkan Din mereka yang Ia ridhai. Dan sungguh Ia akan menggantikan rasa takut dengan rasa aman. mereka menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Dan barangsiapa kafir setelah itu maka mereka itu adalah orang-orang Fasik”(Q.S Al-Nur:55)

Oleh Abu Asybal Usamah

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya bagi Allah ‘Azza wa Jalla. Salawat dan salam tetap tercurahkan kepada baginda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pada bagian pertama kami telah paparkan tentang refleksi sekilas tentang jihad di Yaman. Kami memasukkan Imarah Islamiyyah di Yaman pada pembicaraan Jihad Yaman karena hal itu sangat berkaitan sebelum kita masuk lebih spesifik ke Penerapan Syari’at disana.

Kenapa Imarah Islamiyyah? Karena ia adalah wadah untuk tegaknya syari’at. Sebagaimana Negara. Dia harus memiliki perangkat. Perangkat Imarah itu adalah Syari’at Islam. Maka dari itu jihad mereka untuk keimamahan dan kekhalifahan dengan dimulai dari Imarah atau daulah. Bukan sebaliknya, yaitu jihad nihil karena tidak ada perintah Imam atau amir, sedangkan keimamahan itu sendiri tidak ada dan kalau pun amir itu ada sekarang, itu karena diada-adakan dan tidak sesuai dengan yang dituntut syari’at.

Maka pada bagian ini kami akan paparkan bagaimana realita penerapan Syari’at yang berlangsung disana dan tantangan yang mereka hadapi dari media sekuler yang subjektif dalam memberitakan, bahkan kadang berdusta, agar kita bisa mengambil pelajaran. Hanya kepada Allah semata kami memohon pertolongan.

Totalitas yang dipersembahkan untuk Penegakkan Syari’at

Al-Qaeda dan Anshar Al-Syari’ah benar-benar menunjukkan totalitas mereka dalam menegakkan syari’at. Dengan usaha keras mereka membangun kota yang telah memproklamirkan diri sebagai Imarah Islam.

…..Dari info Al-Urafi, pesawat Sa’udi melancarkan serangan udara yang mengahntam masjid Hamzah, pasar dan bebrapa gedung beberapa bulan lalu hingga mengakibatkan beberapa korban luka-luka dan gugur. Al-Uraifi juga mengakui kalau perangkat keaman Anshar Al-Syari’ah sangat kuat dan susah ditembus…..

Dari sisi peradilan, Ansar Al-Syari’ah dengan mahkamah Syari’ahnya berusaha untuk mengatasi keguncangan dan pertikaian yang terjadi antara warga setempat. Sebagaimana yang ditampilkan oleh buletin Ansar  Al-Syari’ah, madad, pada edisi ke 11 bulan Maret 2012 menyampaikan bahwa Komite kehakiman Syari’ah Imarah Waqar mampu mengatasi, atas izin Allah, puluhan masalah yang tidak mampu diatasi oleh pemerintah yang memakai hukum positif.

…..Meskipun terkenal dengan “angkat senjata”, Ansar Al-Syari’ah tidak mengesampingkan masalah sosial, bahkan mereka bersungguh-sungguh dalam masalah sosial. Dan biasanya, sisi ini yang jarang ditampilkan oleh media sekuler yang menjadi corong sistem demokrasi…..

Dari sisi ketegasan mereka, untuk menegakkan hadd Tajassus (hukum yang ditetapkan syari’at tentang spionase) kemudian untuk mencaga keamanan kaum muslimin khususnya pemimpin mereka, Anshar Al-Syari’ah mengeksekusi 3 mata-mata yang selama ini memberikan info kepada Amerika dan Sa’udi. Mereka adalah Abu Abdirrahman Shalih Ahmad Shalih Al-Jamali, Hasan Naji Hasan, Ramzi Muhammad Al-Uraifi. Dari info Al-Urafi, pesawat Sa’udi melancarkan serangan udara yang mengahantam masjid Hamzah, pasar dan beberapa gedung beberapa bulan lalu hingga mengakibatkan beberapa korban luka-luka dan gugur. Al-Uraifi juga mengakui kalau perangkat keaman Anshar Al-Syari’ah sangat kuat dan susah ditembus.

Meskipun terkenal dengan “angkat senjata”, Ansar Al-Syari’ah tidak mengesampingkan masalah sosial, bahkan mereka bersungguh-sungguh dalam masalah sosial. Dan biasanya, sisi ini yang jarang ditampilkan oleh media sekuler yang menjadi corong sistem demokrasi.

Kelembutan mereka terasa dalam interaksi bersama warga mereka. Penduduk pun merasakan keamanan setelah sekian tahun tidak mendapatkan ketenangan karena banyaknya pencurian dan kelompok pembegal.

Di Syaqrah dan Batis, mujahidin Imarah pun, melalui mahkamah syari’ahnya, memberikan solusi yang melegakakan masyarakat. Para nelayan di daerah Syaqrah dan usaha pabrik semen di Batis pun merasakan hal tersebut. Mereka dibebaskan dari pajak yang selama ini menyusahkan mereka. Karyawan yang kebanyakan dari warga asing yang bekerja di pabrik tersebut kini telah digantikan dengan memberdayakan pemuda-pemuda setempat.

Sebagaimana mujahidin diberbagai belahan Negara, Ansar Al-Syari’ah pun tidak menuntup diri untuk media dan jurnalis yang akan meliput dan mencari kenyataan serta kondisi yang sebenarnya terjadi didaerah-daerah Imarah Islam. Berulang kali mereka juga mengundang media untuk melihat kondisi kaum muslimin dibawah naungan syari’at.

…….Namun lagi-lagi, hal itu sangat bertolak-belakang 180 derajat. Mujahidin memberikan pengarahan kepada mereka agar bertaubat karena telah memerangi syari’at dan mujahidin, bersikap lemah-lembut, menghargai, mewasiatkan mereka agar memberitahu kondisi tersebut kepada teman-teman mereka yang berada di militer pemerintah Yaman agar menyerahkan diri dan bertaubat serta apa yang diberitakan media adalah dusta……

Namun, meskipun media sekuler menyuguhkan segelintir berita yang memuat prestasi Ansar Al-Syari’ah demi menjaga citra “objektivitas” dan kenetralan, tapi tetap juga mereka mengenduskan berita-berita dusta.

Beberapa waktu lalu mereka mengatakan bahwa 73 tentatra pemerintah Sana’a yang ditahan mujahidin lewat operasi, yang diberi nama “Qath’ul Dzanab”, awal Maret lalu, mendapatkan perlakuan yang buruk dari Ansar Al-Syari’ah. padahal hal itu berbeda dengan apa dilakukan oleh Amir mereka sendiri (lihat wasiat amir Abyen kepada tahananhttp://www.youtube.com/watch?v=GlKYzk4ttfo&feature=share)

Bahkan sang amir, Jalal Bal’ed, mengundang para wartawan dan media untuk melihat langsung kondisi tawanan mujahidin. Padahal para tentara tawanan itu yang lebih dulu menyerang mujahidin dipinggiran Zanjibar dan membuat warga setempat mengungsi. Begitupula dengan tawanan lain yang berada di Zanjibar, Ji’ar, Ma’rib. Media-media lokal menampilakn gambar yang buruk dibenak kaum muslimin. Mereka mengataklan bahwa tawananan diberbagai daerah yang menyerahkan diri, mereka akan disembelih oleh Ansar Al-syari’ah.

Namun lagi-lagi, hal itu sangat bertolak-belakang 180 derajat. Mujahidin memberikan pengarahan kepada mereka agar bertaubat karena telah memerangi syari’at dan mujahidin, bersikap lemah-lembut, menghargai, mewasiatkan mereka agar memberitahu kondisi tersebut kepada teman-teman mereka yang berada di militer pemerintah Yaman agar menyerahkan diri dan bertaubat serta apa yang diberitakan media adalah dusta. Bahkan para tawanan tersebut diberikan bekal berupa uang dan mengantar mereka ke perbatasan (Saksikanhttp://www.youtube.com/watch?v=Hh4LnQDMuGI&feature=endscreen&NR=1)

Subhanallah, apa yang telah dilakukan oleh mujaihidin Yaman benar-benar merupakan cermin dari totalitas mereka untuk penegakkan syari’at. Apalagi Yaman dikenal dengan penduduk yang lembut hatinya, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah. Beliau bersabda:

أتاكم أهل اليمن، هم أرق أفئدة وألين قلوباً، الإيمان يمان والحكمة يمانية، والفخر والخيلاء في أصحاب الإبل، والسكينة والوقار في أهل الغنم

“Telah datang kepada kalian penduduk Yaman, mereka memiliki nurani yang halus dan hati yang lembut. Iman itu Yaman dan Hikmah Yaman. Kebanggaan dan kesombongan pada pribadi penggembala Unta (arab utara) dan ketenangan kehormatan ada pada penggembala kambing (maksudnya Yaman.red”.  (HR Bukhori dari Abu Hurairah)

Diantara masalah lain yang mereka pecahkan adalah masalah listrik dan air. Di desa-desa Waqar penduduk merasakan pemutusan aliran listrik pada masa rezim Ali Abdullah Shalih. Pemerintah memang telah mengabaikan nrakyatnya. Atas karunia Allah, Mujahidin Ansar Al-Syari’ah berusaha untuk menyelesaikan dua proyek yaitu jaringan listrik dan pemasangan pipa untuk dialirkan ke desa-desa.

Tidak sekedar menjalankan proyek, biaya untuk menyelesaikan proyek ini pun ditanggung oleh mujahidin. Untuk proyek aliran listrik, mujahidin berusaha agar selesai sebelum masuk musim panas. Namun kesushahan yang mereka hadapi bertambah karena pemakaian perangkat air moving meningkat oleh warga.  Begitu juga dengan proyek pemasangan pipa air agar masyarakat didesa-desa dapat menggunakan air yang selama ini terhambat karena korupsi pemerintah pusat.

Pelayanan seperti ini pun membawa ingatan kita pada masa khalifah Sayyiduna Umar bin Khaattab dan Umar bin Abdul ‘Aziz  radhiyallahu ‘anhuma, dimana beliau berdua terkenal dengan perhatiannya terhadap kesejahteraan masyarakat. Dan tinta emas Islam mengukir hal tersebut dan mengabadikannya dihati kaum muslimin.

Masyarakat yang hidup dibawah kekuasaan Anshar Al-Syari’ah tidak merasakan kecemasan dan mendapatkan terror. Sebagaimana yang meraka akui bahwa apa yang mereka rasakan sekarang (yaitu dibawah Imarah Islam) jauh lebih baik dibandingkan pemerintahan kemarin (Ali Abdullah Shalih).

Mudah-mudahan mujahidin Anshar Al-Syari’ah diberi kemenangan dan kekuatan untuk menegakkan syari’at Allah agar kaum muslimin tidak hidup terhina dan dibuat semena-mena oleh orang kafir

Wallahu Ghalibun ‘ala amirihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun

Source: http://www.voa-islam.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: