Beranda > Liberalisme > Ramadhan di Negeri Moyangnya Sekuler

Ramadhan di Negeri Moyangnya Sekuler

Masjid-masjid di Turki penuh sesak dengan jamaah yang ingin melaksanakan shalat tarawih. Ketika melihat begitu banyak animo Muslim Turki yang bergegas ke masjid dan melaksanakna shalat tarawih, sepertinya Turki bukan negeri yang menjadi moyang sekuler. Turki sampai hari ini konsitutisinya, menyatakan Turki sebagai negeri sekuler. Tetapi, sejak Partai AKP (Keadilan dan Pembangunan), berkuasa selama dua periode, kehidupan Islam dan kaum Mulsimin nampak di dalam kehidupan sehari-hari.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan,  menyampaikan pesannya, menyerukan meningkatkan kasih-kasang diantara kaum Muslimin, serta menciptakan persatuan, pada  hari Jumat. Pernyataan Erdogan itu, disampaikan saat meresmikan masjid baru di kota Istambul, yang dahulunya menjadi kerajaan Romawi, Konstitonipel.

Erdogan membuka Masjid Mimar Sinan, yang memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah 10.000 jamaah, di distrik Ataşehir, terletak di sisi kota Asia.

“Mencintai satu sama lain adalah kebutuhan iman kita. Kita harus mengasihi satu sama lain. Kita tidak dapat bersikap masa bodoh terhadap satu Muslim dengan Muslim lainnya. Kami akan terus menegakkan dan membangun solidaritas dan persatuan, dan Turki akan menjadi tempat yang jauh berbeda dalam semua aspek di masa depan, “kata Erdogan.

Erdogan menjelaskan masjid yang baru di bangun itu, merupakna masjid yang paling besar di Istambul, yang menamung 10.000 jamaah. Erdogan menyerukan bersamaan dengan Ramadhan ini, selanjutnya akan menjadi tonggak perdamaina dunia. Kota Istambul yang terletak di selat Bosporus, memiliki keindahan yang sangat luar biasa.

Tidak kurang setiap tahun kota itu, dikunjungi hampir 10 jutar turis dari Eropa, Asia Tengan, dan Timur Tengah.
Gabon Presiden Ali Bongo Ondimba, Ketua Parlemen Irak Osama al-Nujaifi, Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdağ, Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu, Menteri Pertahanan Ismet Yilmaz, Uni Eropa Affiars Menteri dan Kepala Perunding Egemen Bagis dan Menteri Pendidikan Ömer Dincer hadir di pembukaan.

Masjid yang sangat megah itu, merupakan sebuah  kompleks dengan beberapa fasilitas di dalamnya, termasuk ruang konferensi, ruang kelas, serta dapat memuat parkir mobil dengan kapasitas 270-kendaraan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Kota merilis pernyataan memberikan, dan rincian tentang masjid pada hari Jumat. “Masjid ini adalah campuran dari teknologi konstruksi saat ini dan gaya arsitektur  Ottoman ,” ujar Erdogan Bayraktar. Pengukuran Ottoman teknik yang disebut “arşın” telah diterapkan dalam desain dan dimensi masjid, daripada sistem metrik, dan metode tradisional konstruksi masjid juga telah digunakan.

Bangunan baja dan hidrolik slipform sistem dipergunakan dalam pembangunan masjid. Tinggi kubah utama 42 meter dan rentangnya 27 meter. Masjid ini memiliki empat menara, masing-masing pada ketinggian 72 meter. Pekarangan masjid adalah 6.500 meter persegi. Bayraktar mengatakan masjid dibangun diatas tanah seluas 36.758 meter persegi tanah.

Turki perlahan-lahan terus berubah. Nilai-nilai sekuler akan perlahan berganti dengan nilai-nilai Islam. Bersamaan dengan waktu. Sekalipun kalangan sekuler berusaha mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan Kemal at-Turk, yang sudha usang, dan tidak ada lagi yang tertarik.

Penjaga sistem sekuler yaitu militer, sekarang sudah tidak lagi memiliki kekuatan, dan berada di bawah supremi pemerintahan sipil. Selamat menikmati Ramdhan. mi

Source: http://www.voa-islam.com

 

 

 

Kategori:Liberalisme
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: