Beranda > Al Islam, Zupport > Qurban untuk Korban Kezaliman Thaghut (Qurban Bersama Mujahidin di Penjara)

Qurban untuk Korban Kezaliman Thaghut (Qurban Bersama Mujahidin di Penjara)

Ratusan mujahid dan aktivis Islam yang gigih memperjuangkan tegaknya Syariat Islam, harus menjalani hukuman penjara karena amaliah jihadnya dianggap salah oleh penguasa thaghut.

Pada hari raya Idul Adha yang sering disebut sebagai Hari Raya Akbar ini, umat Islam seluruh dunia merayakan dua momentum kebahagiaan, yakni haji dan qurban.

Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan taqwa dan kecintaan kepada Allah SWT. Panitia Tebar Qurban IDC Voa-Islam mengajak kaum Muslimin untuk merayakan Idul Qurban bersama para mujahid di penjara.

Program bertajuk “Qurban untuk Mujahid Korban Kezaliman Thaghut” ini didedikasikan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan ta’zhim kepada ratusan mujahid di seluruh nusantara yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk meninggikan kalimat Allah (li i’lai kalimatillah). Demi tegaknya Syariat Islam mereka berjuang secara totalitas, meski konsekuensinya dianggap musuh oleh thaghut, hingga jasad mereka dipenjarakan rezim.

…Demi tegaknya Syariat Islam mereka berjuang secara totalitas, meski konsekuensinya dianggap musuh oleh thaghut, jasad mereka dipenjarakan rezim…

“Daging-daging dan darah unta yang disembelih untuk kurban itu, sama sekali bukan untuk mencapai (keinginan) Allah, tetapi dengan ketakwaan kamu itulah yang akan mencapai (keridhaan) Allah. Demikianlah Allah memudahkan hewan sembelihan itu, supaya kamu mengagungkan Allah berupa hidayah-Nya kepadamu” (QS Al-Hajj: 37).

Semoga dengan menyalurkan Qurban kepada para mujahidin, dapat mempertebal solidaritas, kemanusiaan dan kecintaan terhadap syariat Jihad  Fisabilillah yang sangat diagungkan Islam.

Al-Qur’an menempatkan jihad pada urutan yang paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain. Jihad adalah ibadah yang agung, jalan yang mulia dan terpuji dalam membangun kehidupan berlandaskan Islam. Dengan jihad, Islam dan umatnya akan memiliki izzah, merintis khilafah islamiyah, meraih kemenangan dan menumpas kezaliman. Tak heran jika kedudukan orang mukmin yang jihad memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan orang mukmin yang tidak berjihad:

“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berjihad) tanpa mempunyai uzur dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berjihad tanpa halangan). Kepada masing-masing Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari padanya, serta ampunan dan rahmat, Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (Qs An-Nisa’ 95-96).

“…Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Qs At-Taubah 19-22).

…Orang mukmin yang jihad memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan orang mukmin yang tidak berjihad…

Rasulullah SAW menyatakan bahwa Jihad di jalan Allah adalah amalan yang tertinggi martabatnya dalam Islam. Beliau menyebut jihad sebagai puncaknya Islam (dzarwatu sanamil Islam):

“Kepala urusan ini adalah Islam dan barangsiapa yang memeluk Islam maka dia akan selamat, sedangkan tiangnya adalah shalat dan puncaknya ketinggiannya adalah Jihad, tidak akan dapat mencapainya kecuali orang yang paling utama di antara mereka” (HR At-Thabrani).

Mujahidin bukanlah manusia biasa, tetapi  seutama-utamanya manusia. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW ditanya, siapakah orang yang mulia (utama)? Beliau menjawab, “Seorang laki-laki yang berjihad di jalan Allah” (HR Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).

Ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada para Mujahid tidak terbatas kepada berperang saja. Apa saja yang berkaitan dan berhubungan dengan Jihad di Jalan Allah akan diberikan ganjaran dan keutamaan yang berlipat kali ganda. “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang-orang Muhajirin, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.” (Qs Al-Anfal 74).

Rasulullah SAW telah menjanjikan: “Barangsiapa yang menafkahkan satu perbelanjaan untuk Jihad di Jalan Allah maka ditulis baginya tujuh ratus ganda ganjaran” (HR Tirmidzi).

Qurban bersama mujahidin di penjara disalurkan IDC ke penjara-penjara di tanah air, antara lain: Jabotabek (penjara Cipinang, Salemba, Polda Metro Jaya, Mako Brimob dan Tengerang), Jawa Tengah (penjara Semarang dan Nusa Kambangan), Jawa Timur (Lapas Porong dan Batu Malang), Sumatera (Lapas Medan dan Palembang), Poso, Palu dan Ambon. Selain itu, qurban juga disalurkan kepada keluarga Mujahidin yang terjangkau, dan teknis penyalurannya dibagi secara proporsional sesuai jumlah hewan qurban yang tersedia.

JENIS DAN HARGA HEWAN QURBAN

Panitia Qurban IDC mengupayakan pengadaan hewan qurban yang  berkualitas dan terbebas dari penyakit, dengan harga sbb:

1. Kambing/domba: Rp 1.250.000 s/d 2.750.000 (berat hidup 20 kg s/d 50 kg)

2. Sapi: Rp 10.500.000 s/d 19.250.000 (berat hidup 230 kg s/d 400 kg).

Seekor sapi boleh kolektif (patungan/urunan) tujuh orang, dengan biaya per-orang Rp 1.500.000 hingga 2.750.000,-

CATATAN: Karena daging qurban dikirim ke penjara dalam bentuk makanan matang, maka untuk biaya masak dan pengolahan menu ditambahkan biaya Rp 500.000 untuk seekor kambing dan Rp 3.500.000 untuk seekor sapi.

INFO DAN TEKNIS PENYALURAN QURBAN

a. Batas penerimaan dana qurban hari Rabu, 24 Oktober 2012.

b. Panitia menerima qurban langsung dalam bentuk hewan kambing atau sapi, dengan cara menyerahkan langsung ke sekretariat.

c. Panitia menerima qurban dalam bentuk uang tunai dengan cara dijemput petugas atau ditransfer ke rekening IDC:

  • Bank Muamalat Indonesia (BMI),  No.Rek. 0132465841 a/n Budi Haryanto
  • Bank Syariah Mandiri (BSM),  No.Rek: 0120043587 a/n Budi Haryanto
  • Bank Mandiri, No.Rek: 0060006012623 a/n Budi Haryanto
  • BCA (Bank Central Asia),  No.Rek: 6310230497 a/n Budi Haryanto

b. Untuk disiplin amanah ,tambahkan nominal Rp 5.555,- (misalnya: 1.505.555, 9.005.555, dst).

d. Untuk prosesi penyembelihan hewan qurban (di mana nama pequrban akan diucapkan saat penyembelihan qurban), mohon melakukan konfirmasi transfer kepada: Mumtaz (08999.704050 – 021-26401004).

___________________________

Source: http://www.voa-islam.com

 

 

 

Kategori:Al Islam, Zupport
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: