Beranda > Forum Islam Al Busyro, Jihad Fi Sabilillah > Desak MUI Keluarkan Fatwan “Perangi Densus 88”

Desak MUI Keluarkan Fatwan “Perangi Densus 88”

~|[ Desak MUI keluarkan Fatwa “Perangi Densus 88” ]|~

oleh akhuna Aal Noor Alamsyah -semoga Alloh menjaganya-

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

(Mujahidin VS Densus 88)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

اَلْحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Allah Ta’ala Berfirman

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ ِللَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

“ Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah dan agama itu hanyalah untuk Alloh.” (Al-Baqoroh ayat 193).

Dan juga Allah Berfirman

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“ Dan perangilah orang-orang musyrik secara keseluruhan sebagaimana mereka memerangi kalian secara keseluruhan.” (At-Taubah ayat 36)

Ibnu Arabi menyatakan:

“Makna – Kaaffatan كافة – ialah dengan mengepung mereka yaitu kaum musyrikin dari segala arah dan keadaan

Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita semua masih diberikan nikmat oleh Allah Ta’ala untuk selalu beribadah dan berjuang menyuarakan kebenaran di jalan Allah.. Kembali kita akan membahas dan meneliti dan menyimpulkan suatu keputusan terbaik untuk suatu lembaga yang sudah terbukti jelas berada di bawah asuhan amerika, australia, ingris dan yahudi ini, yaitu Densus 88 penebar teror dan anti damai

Saya beri judul materi ini dengan judul “Desak MUI keluarkan fatwa “Perangi Densus 88”, dengan maksud dan tujuan tidak lain untuk menjelaskan mana musuh dan mana kawan, karena tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Densus 88 inilah yang menjadi musuh nyata kaum muslimin indonesia, dan MUI lah yang pantas untuk menjadi rujukan kaum yang beriman dan bertaqwa kepada Allah di indonesia, jadi sangat pantas jika MUI lah yang harusnya tegas menghadapi peperangan antara kaum muslimin dengan Densus 88 yang semakin hari semakin meresahkan ummat.

Barangkali ada beberapa diantara segelintir orang yang tidak mengetahui siapakan densus 88 sebenarnya, jadi alangkah baiknya kita bahas siapakah densus 88 itu.

Siapakah Densus itu, apakah dia pahlawan ataukah bajingan ?

Mungkin banyak orang yang memandang Densus adalah pahlawan , tapi sebenarnya itu hanya omong kosong belaka yang jauh daripada kebenaran..

Jika Densus di buat untuk memberantas terorisme, itupun SALAH BESAR, karena tindakan dan kebijakannya sangat mencerminkan kebinatangan dan tidak ber prikemanusiaan dalam arti malah merekalah sebenarnya yang MENEBAR TEROR bukan memberantas teror

Densus 88 ini adalah satuan elit milik Polisi Republik Indonesia. Terbentuk tahun 20 Jui 2003 melalui SKEP Polri No. 30/VI/2003. Satuan ini memiliki unit-unit khusus seperti penjinak bom, tim investigasi, penembak jitu dan pemukul mundur terhadap kelompok yang dianggap membahayakan keutuhan negara dan bangsa Indonesia

Dari mana asal muasal terbentuknya 88?. Angka ini sebetulnya simbol dalam bahasa Inggris ATA, ejaannya “ei ti ei”, kedengarannya eight to eight, sehingga lebih mudah di singkat menjadi 88. ATA sendiri akronim dari “Anti Teror Act

Unit ini memiliki kerjasama dengan Austaralia, AS, Jerman dan Inggris. Oleh karenanya unit ini juga mendapat kerjasama latihan dari instruktur CIA, FBI dan US Secret Service. Tentu perlatannya juga hebat walau belum sama seperti SWAT polisi anti teror milik amerika, secara simple bahasa, Densus 88 itu adalah peliharaa para kafirun yang membenci islam

Sekarang kita lihat persenjataan mereka.

Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Dikedepan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya untuk menculik, menangkap, menyiksa, dan membunuh para mujahidin.

Ada hal yang cukup menarik, Jika kita perhatikan angka “88″ pada Densus kalau di alphabet kan menjadi “HH” yg berarti “Hail Hittler” yg merupakan salam NAZI.

Maka jangan heran jika kekejaman dan kebiadaban Densus 88 sama dengan Hitler.

Aktifitas Densus 88 telah banyak diketahui dengan berbagai keberhasilan fiktif mereka, sekali lagi garis bawahi itu adalah KEBERHASILAN FIKTIF mereka menangani dan melumpuhkan tersangka teroris atau pelaku teror di tanah air. Sepak terjangnya dalam menyiksa dan membunuh mujahidin indonesia telah membuat satuan ini menjadi satuan yang paling disayangi oleh si pengasuhnya yaitu amerika dan sekutu nya, karena memiliki catatan “tidak kenal ampun (BIADAB)” terhadap tersangka yang telah terindentifikasi maupun orang yang masih dalam dugaan.

Termasuk orang yang masih dalam dugaan, sebagaimana berita yang pernah antum saksikan sendiri di televisi bagaimana biadab nya densus 88 ini menghajar wartawan, menghajar seorang kakek yang tidak bersalah, menembak mati seorang TERDUGA, ingat orang itu bukan tersangka, tapi masih dalam dugaan, tapi Densus sudah berani bertingkah seperti iblis, Menyiksa dan Menembak mati korban di depan mata anak dan istrinya DLL

Sebagaimana yang di kutip di berbagai media. Inilah yang menjadi perhatian serius semua kalangan, termasuk anggota DPR yang masih punya otak dan nurani, Kedatangan 5 orang rombongan Komisi III DPR-RI ke Medan, pada Kamis (22/9), yakni Edi Ramli Sitanggang dari Fraksi Demokrat, Andi Rian Padjalangi dari Fraksi Golkar, Ikhsan Sulistyo dari Fraksi PDI-P, dan Buchari dari Fraksi PKS itu dalam rangka untuk mengusut dan perlakuan semena-mena yang dilakukan Densus 88 AT Mabes Polri, terhadap Ustadz Khairul Ghozali di Tanjung Balai, yang tiba-tiba menghilang entah kemana beritanya setelah di tangkap oleh Densus 88 pada Minggu (19/9)

Entah masih hidup atau entah sudah meninggal, hanya Allah lah yang mengetahui sikap ke PKI an Densus yang menghalalkan semua jalan kekerasan untuk menghancurkan ISLAM sedikit demi sedikit…

Culik, tangkap, siksa dan bunuh… ya itulah pekerjaan Densus 88 pembuat teror

Densus 88 pun tidak berprikemanusiaan terhadap korban yang sudah meninggal karena di tembak mati oleh mereka dengan menelantarkannya
Ingat berita akhy Endra saputra alias salman yang ditembak mati pada tanggal 30 maret 2012 lalu??

penelantaran jenazah yang dilakukan pihak yang berwenang kepada korban operasi Tangerang Selatan pada akhir Maret 2012 itu
Yang lebih parah lagi anggota tubuh sudah tidak utuh lagi banyak yang diambil, seperti matanya sudah diganti dan dari leher sampai bawah ada jahitan. Seolah-olah bagian dalam tubuh Endra seperti dagingnya sudah raib, karena tubuhnya kelihatan seperti tinggal tulangnya saja.

Bahkan Komnas HAM pun sudah menjelaskan kepada media. Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim juga mengakui menerima banyak pengaduan dari masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, terkait dugaan kekerasan yang dilakukan Detasemen 88 dalam melakukan aksinya memberantas terorisme. “Kami banyak dapat laporan dari NGO (LSM), masyarakat,” katanya, Minggu (26/9) Itu data aduan untuk tahun 2010, mungkin aduan itu makin banyak mengingat ini adalah tahun 2012. silahkan di konfrimasi langsung ke KOMNAS HAM tentang jelas banyaknya aduan terhadap kebejatan densus 88 ini

Sebuah Pertanyaan besar untuk para orang yang berpendidikan di negri yang bernama indonesia ini…

1. Kemanakah yang namanya Rasa Kemanusiaan itu bagi kaum muslim di indonesia ?
2. Dimanakah letak keadilan hukum terutama jika Densus 88 melakukan kesalahan ?
3. Apa arti SBY menjadi presiden jika malah menjadi pemimpin yang dzalim, munafik, biadab dan serakah , tamak kepada harta dan khususnya SBY terbukti memerangi Islam ??

Jika jawabannya daripada pertanyaan diatas itu “mengecewakan” maka, sekedar saran untuk SBY dan para pesuruhnya, mulai dari sekarang kalian pakai make-up, lipstik dan kutang saja, dan langsung BUBARKAN INDONESIA, karena tidak ada gunanya Indonesia di pimpin oleh seorang BANCI, dan wakil rakyat BANCI…

Stop kita membicarakan kebiadaban IBLIS JAHANNAM penghuni neraka yang berwujud pasukan densus 88…

Sekarang kita lihat fakta tentang Mujahidin Indonesia yang istiqomah berjuang melawan permurtadan, kristenisasi, kekejaman orang kafir terhadap kaum muslimin kita di indonesia

Pertanyaan yang keluar jika berbicara tentang Mujahidin adalah

1. Apakah mereka teroris ?
2. Apakah mereka perusak kedamaian sebagaimana mulut hina SBY yang mengatakan bahwa Mujahidin adalah anarkisme, pelaku makar, kejam, sadis ??

Saya akan mencoba menjawab dengan fakta..

Perlu diketahui Mujahidin tidak akan bertindak jika tidak ada dalil atau keterangan yang mendukung perbuatannya, dalam arti sesungguhnya Mujahidin hanya mengamalkan perintah Allah Ta’ala dan Rasulullah SAW

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“ Dan perangilah orang-orang musyrik secara keseluruhan sebagaimana mereka memerangi kalian secara keseluruhan.” (At-Taubah ayat 36)

Ibnu Arabi menyatakan:

“Makna – Kaaffatan كافة – ialah dengan mengepung mereka yaitu kaum musyrikin dari segala arah dan keadaan

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ ِللَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِينَ

“ Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah dan agama itu hanyalah untuk Alloh.” (Al-Baqoroh ayat 193)

DLL…

Sekarang mari ambil contoh di ke Poso, antum wa antunna sudah melihat siapa yang berbuat keonaran dan siapa yang mempertahankan diri..
Pembantaian yang dilakukan oleh salibis di jawab dengan perang oleh mujahidin

Salah kah mujahidin ?

Jawabannya yang benar menurut saya adalah Mujahidin tidak bersalah dan mujahidin bukan teroris

Jika orang yang berpendidikan menganggap bahwa jawaban saya salah, dan mencerminkan kekerasan, teroris, anarkis yang dilarang oleh Pemerintahan SBY, maka saya tantang kalian untuk merampok rumah SBY.. gimana , apakah kalian siap ??

Jika SBY melawan, berarti SBY Teroris, anarkis dan sadis, tapi jika SBY tidak melawan, maka silahkan buang E KTP kalian masing-masing ke tong sampah, dan mari kita hijrah ke luar negeri saja, karena nasib kita akan hancur karena di pimpin oleh seorang pemimpin yang berjiwa kafir…

Bagaimana, kalian siap ??

Nah sampai saat ini sudah jelas bahwa Densus 88 lah yang menjadi teroris senungguhnya, bukan mujahidin
jadi harus bisa di bedakan antara Jihad membela kebenaran dengan Terorisme ala zionis.. jangan di samakan….

Yang sangat memprihatinkan adalah sikap MUI yang kurang tegas dalam menjelaskan, menjabarkan tentang Jihad dan Terorisme

Disatu sisi MUI menyatakan bahwa teroris itu dilarang, tapi di satu sisi membiarkan Densus 88 itu bertindak semena-mena di bumi pertiwi indonesia dengan menebar teror, memerangi islam dan merusak perdamaian indonesia…

Jika MUI konsen memberantas teroris harusnya MUI pun melarang segala bentuk kekerasan, kebiadan, kekejaman yang berasal dari Densus 88, karena merekalah teroris sebenarnya, bukan mujahidin yang berperang membela hak-hak yang tertindas…

Sejatinya MUI sekarang pun bagaikan radio rusak yang sudah tidak di dengar oleh SBY, karena fatwa-fatwa nya tidak di jalankan oleh SBY, sperti contoh :
Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005

Tentang PENGHARAMAN Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama, dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005

Lihat sikap dan kebijakan SBY..

Apakah SBY menjalankannya dengan menutup dan memberantas Liberalisme dan sekularisme serta ahmadiyyah dll ??
jawabnya adalah : SBY sudah tidak menjadikan ULAMA sebagai rujukannya, dan malah menghalalkan yang di haramkan oleh ULAMA…

Apakah masih pantas SBY di sebut Pemimpin yang harus di ta’ati ketika seorang pemimpin itu malah berbuat dzalim, tidak adil, dan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal menurut Allah dan Rasul-Nya ???

وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Al-Baqarah ayat 42)

Allah Ta’ala sudah menjelaskan bagaimana keharusan kita dalam ber islam secara Kaffah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (KAFFAH) dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah ayat 208)

Maka sebagai bentuk kecintaan kepada MUI, maka ijinkan Al-Faqir ini mengajak seluruh kaum muslimin untuk mendesak MUI mengeluarkan fatwa “PERANGI DENSUS”, yang pasti jika mendesak pemerintah SBY untuk membubarkan Densus 88 itu hal mustahil jika MUI pun tidak berfatwa tentang Densus 88 untuk mengajak kaum muslimin indonesia untuk Memerangi Densus 88

Sebagaimana butir-butir pernyataan dari Silaturahmi gerakan Islam se-Indonesia di Cipanas, 24 muharram 1433/18 Desember 2011 lalu yang isinya :

1. Menolak Gerakan Deradikalisasi yang merupakan upaya sistematis pendangkalan ‘aqidah Islam, memecah belah umat dan mengamputasi gerakan Islam serta mewaspadai gerakan deradikalisasi sebagai bentuk alat penjajahan baru kaumkuffar terhadap Islam.

2. Menyerukan kepada ulama, tokoh masyarakat dan seluruh aktivis Islam untuk memperkuat tali silahturahmi dan ukhuwah Islamiyah serta menutup celah adu domba di antara umat Islam.

3. Menyerukan kepada ulama, tokoh masyarakat dan seluruh aktivis Islam bersatu padu berjuang untuk merubah sistem sekuler dengan sistem Islam melalui dakwah dan jihad.

4. Menyatukan pandangan seluruh umat bahwa hidup sejahtera di bawah naungan syari’at Islam yang rahmatan lil ‘alaminhanya bisa diwujudkan oleh pemerintah Islam yang menerapkan syari’at Islam secara kaffah.

5. Menuntut kepada Komnas HAM agar segera membeberkan fakta-fakta dan bukti atas kekejaman Densus 88 kepada publik dan merekomendasikan pada presiden untuk membubarkan Densus 88 dan menyeret ke pengadilan.

6. Mendorong kepada seluruh media massa khususnya media Islam untuk lebih pro aktif dalam menolak proyek deradikalisasi yang merupakan upaya sistematis pendangkalan ‘aqidah Islam, memecah belah umat dan mengamputasi gerakan Islam serta mewaspadai gerakan deradikalisasi sebagai bentuk alat penjajahan baru kaumkuffar terhadap Islam.

Sekali lagi, itu semua tidak akan berjalan jika MUI tidak mengeluarkan Fatwa untuk membimbing ummat Islam untuk memerangi Densus 88
maka dari itu mari kita bersama-sama mendesak dan menuntut MUI untuk mengeluarkan Fatwa “Perangi Densus 88”
Konsekuensinya dua :

1. Perangi Densus 88, atau
2. Bubarkan Densus 88

Jika kedua opsi diatas tidak di indahkan dan dijalankan oleh SBY, maka jangan salahkan jika nantinya akan ada rekomendasi – rekomendasi dari kaum muslimin indonesia untuk MEMERANGI SBY

waAllahu ‘alam bis shawab….

==============================
FORUM ISLAM AL BUSYRO

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: