Beranda > Indonesia, International, Mujahidin Tamanjeka Nusantara > MUSLIM UIGHUR MINTA BANTUAN MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR PIMPINAN SANTOSO ALIAS ABU WARDAH

MUSLIM UIGHUR MINTA BANTUAN MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR PIMPINAN SANTOSO ALIAS ABU WARDAH

Tiongkok, Metrosulawesi.com – Pasukan keamanan Tiongkok menghadapi masalah baru di Daerah Otonomi Uighur yang diwabahi teror, para separatis sedang mencoba membujuk para mujahid Indonesia dari Mujahidin Indonesia Timur [MIT] agar datang dan menguatkan perang gerilya mereka melawan Beijing.

“Bangsa Uighur melirik ke Indonesia untuk bimbingan teror,” dilaporkan Asia Times Online.

“Pada pertengahan September, pihak berwajib Indonesia menangkap empat warga Uighur dari Tiongkok barat bersama dengan empattersangka terorisme lokal di Sulawesi Tengah,” tulis Zachary Abuza, kepala Southeast Asia Analytics, dalam artikel itu.

Para warga Uighur itu bepergian menggunakan paspor Turki palsu yang dibuat di Thailand dan mendarat di Sulawesi melewati rute melingkar yang meliputi Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.”

Penangkapan itu terjadi saat para mujahid Uighur Muslim meningkatkan kampanye teror mereka melawan para imigran Tionghoa Han di Xinjiang.

Empat pria etnis minoritas Uighur bersenjatakan pisau dan peledak menyerang sebuah pasar petani di daerah Xinjiang, Tiongkok bagian barat laut, yang dilanda kerusuhan pekan ini, menyebabkan tewasnya 22 orang, termasuk petugas kepolisian dan juga penyerang sendiri, dilaporkan Radio Free Asia [RFA] pada 18 Oktober.

Penggerebekan tanggal 12 Oktober terhadap Pusat Dagang Petani di lingkungan mayoritas Tionghoa Han di Maralbeshi di prefektur Kashgar menyebabkan peningkatan keamanan baru di daerah itu menyusul peningkatan kekerasan yang dipicu oleh ketegangan etnis yang menyebabkan 300 orang tewas dalam 1½ tahun terakhir, kata RFA.

Empat warga Uighur menikam sejumlah petugas polisi saat mereka menerjang masuk ke pasar kota melontarkan peledak dan menyerang para pemilik kios kebangsaan Tionghoa Han sebelum kemudian ditembak mati, kata para petugas polisi di kantor polisi Chongqurchaq dan Konabazar di Maralbeshi, menurut laporan tersebut.

‘Pukul Keras’ hasilkan kebencian

Gelombang serangan terbaru ini mengindikasikan bahwa kampanye “Pukul Keras” Tiongkok untuk menekan perluasan praktik tradisional Islam di Xinjiang menjadi bumerang, malah membuahkan kebencian dan sumber baru calon anggota bagi kelompok keras jihad.

“Kekuatan organisasi teroris Islam sedang meningkat di daerah Xinjiang, Tiongkok,” diperingatkan Jai Kumar Verma, seorang analis, pada 25 Oktober.

Beberapa kelompok Uighur, termasuk Gerakan Islam Turkistan Timur [ETIM], Organisasi Pembebasan Turkistan Timur [ETLO], Barisan Revolusioner Turkistan Timur Bersatu [URFET], dan Organisasi Pembebasan Uighur [ULO] melakukan insiden-insiden terorisme meski dikekang oleh pihak berwajib Tiongkok. Beberapa kelompok teroris dan pecahan Uighur lainnya bergabung dengan organisasi-organisasi ini,” tulis Verma.

Keempat tersangka yang ditangkap di Indonesia tampaknya sedang mencoba untuk berhubungan dengan MIT, sebuah kelompok pecahan dari Jemaah Islamiyah [JI] lama yang dipimpin oleh Santoso, salah satu tersangka terorisme paling dicari di Indonesia, menurut Abuza.

JI kehilangan kekuatan di Indonesia

Satu dasawarsa yang lalu, JI merupakan ancaman keamanan yang signifikan untuk Indonesia, yang 250 juta penduduknya adalah bangsa Muslim terbanyak dan merupakan negara demokrasi Muslim terbesar di dunia. Namun, gabungan dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dan langkah-langkah keamanan yang efektif yang diambil oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hakikatnya menyapu bersih kelompok tersebut.

JI, yang pernah diakui sebagai organisasi teror paling mematikan di Asia Tenggara, telah berhasil dihancurkan oleh operasi-operasi kontraterorisme yang dipimpin polisi, dan didukung pihak asing, yang berujung pada penangkapan atau pembunuhan banyak pemimpin kelompok tersebut, tulis Abuza.

“Pejabat kontraterorisme Indonesia yakin bahwa keempat warga Uighur itu hanya ada di Indonesia untuk menerima pelatihan dalam pembuatan IED [Improvised Explosive Deviceatau Perangkat Peledak Rakitan] dan operasi paramiliter yang dapat digunakan dalam kampanye mereka melawan pihak berwajib di Tiongkok,” lanjutnya. “Pejabat Tiongkok terus menegaskan, tanpa memberikan banyak bukti, bahwa semakin banyak warga Uighur kini mencari pelatihan dari ISIS [Negara Islam Irak & Suriah].”

Para mujahid Indonesia yang saat ini lemah dan tercerai-berai tidak mendapat manfaat bagi perjuangan mereka sendiri melawan Jakarta dengan mengalihkan sumber daya atau perencana teror ke tempat jauh seperti Xinjiang, kata Thomas M. Sanderson, salah satu direktur Proyek Ancaman Transnasional di Pusat Studi dan Kajian Internasional, kepada Asia Pacific Defense Forum [APDF].

“Kepentingan mereka adalah mendukung sesama Muslim dalam menghadapi pengekangan budaya dan agama yang dilakukan oleh Beijing yang tidak menyukai kelompok mana pun selain mayoritas etnis Han, dan, berdasarkan identitas uniknya, memiliki kemampuan mengumpulkan dan memobilisasi anggota-anggota lain dalam komunitas Uighur,” kata Sanderson kepada APDF.

Abuza mengatakan Tiongkok diduga akan meminta ekstradisi atas keempat tersangka itu, sebuah prosedur yang berhasil mereka jalankan pada masa lampau dengan bangsa-bangsa Asia Tenggara lainnya.

Namun, perselisihan itu mungkin menyebabkan kepeningan politik bagi Presiden baru Indonesia yang idealistis dan populer, Joko Widodo.

“Pemerintah Indonesia mungkin akan menghadapi tekanan domestik untuk tidak mengekstradisi mereka karena kebijakan garis keras Tiongkok di Xinjiang yang hampir mengkriminalisasi praktik Islam,” tulis Abuza.

“Namun, ada potensi hikmah kontraterorisme,” tambah Abuza.

“Ketika para separatis Uighur menjadi semakin transnasional, situasi itu dapat memaksa dinas keamanan Beijing untuk meminta bantuan dari rekan-rekan imbangan mereka di kawasan.”

Dia mengatakan kampanye “Pukul Keras” Tiongkok telah mengakibatkan meningkatnya kekerasan.

Serangan Uighur di Tiongkok

• Pada 28 Oktober 2013, separatis Uighur menabrakkan sebuah mobil di Lapangan Tiananmen di Beijing, menewaskan lima dan melukai 38 orang;

• Pada 2 Maret, 29 orang tewas dan 143 terluka ketika penyerang-penyerang bersenjatakan pisau menyerang stasiun kereta Kunming;

• Pada akhir April, sebuah bom mobil di stasiun kereta Urumuqi menewaskan tiga dan melukai 79 orang saat Presiden Xi Jinping mengunjungi provinsi yang sedang bergolak itu;

• Pada 23 Mei, penyerang melemparkan IED dari dua mobil jenis SUV yang kemudian mereka tabrakkan ke sebuah pasar yang ramai di Urumuqi, menewaskan 31 dan melukai 94 orang;

• Pada 1 Agustus, seorang Imam Uighur pro-Beijing ditikam mati di Kashgar;

• Pada 22 September, tiga bom menewaskan dua dan melukai hampir 24 orang di Luntai, Xinjiang.

Sebaliknya, sejak serangan 11 September di Amerika Serikat, dinas keamanan di seluruh Asia Tenggara telah melakukan pekerjaan yang relatif baik dalam menumpas kelompok teror regional atau menegosiasikan solusi politik dengan pemberontak separatis.

“Prestasi tersebut sebagian besar dihasilkan melalui profesionalisasi dinas keamanan regional, komitmen lebih besar untuk kerja sama internasional, pengumpulan intelijen yang membaik, pemberdayaan kaum moderat, dan reformasi hukum,” disimpulkan Abuza.

“Sudah jelas bagi sebagian besar orang, selain dari kepemimpinan Tiongkok, bahwa strategi kontraterorisme mereka saat ini yang kejam hanya lebih memicu radikalisme Uighur dan ketertautan kelompok teror regional.”

Laporan RFA mendokumentasikan penindasan Tiongkok yang terus berlanjut.

Para pria Uighur yang menjalankan serangan Maralbeshi mungkin telah merasa frustrasi oleh pemenjaraan lebih dari 1.000 muda-mudi Uighur di daerah itu sejak bulan Mei, ketika pihak berwajib meluncurkan kampanye antiteror, kata laporan tersebut.

Sumber

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: